James, seekor kelinci kecil dengan bulu berwarna coklat, sedikit perpaduan warna putih, abu-abu, dan hitam. Selayaknya seekor kelinci ia mempunyai telinga yang panjang, mata yang bulat, dan kumis putih yang memikat. James hidup sendirian, atau lebih tepatnya itu yang di alaminya sekarang, ia tidak mengetahui dengan pasti apakah ia mempunyai keluarga, saudara, atau teman sekalipun, sebab beberapa waktu yang lalu dirinya terbangun di tengah hutan ini, sendirian, dan tanpa ingatan. James menatap sekeliling, memeriksa sekali lagi, pohon-pohon tampak menjulang tinggi, dengan dedaunan yang rimbun, di celah-celahnya sinar matahari masuk menyinari tumbuhan-tumbuhan kecil. Dilihat dari posisi matahari, James mengira waktu saat ini adalah sore hari menjelang malam. Ia memantapkan dirinya, berjalan dengan hati-hati, setiap langkahnya menimbulkan bunyi, akibat dedaunan kering dan ranting pohon yang terinjak. James berjalan mengikuti naluri, dengan harapan sebelum malam ia bi...
Archive karya dari waktu ke waktu, cerpen, puisi, dan sajak.