Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Sajak Prioritas

Jika kau bertanya seberapa penting dirimu?  Maka tidak lebih penting dari secangkir kopi hitamku  Sepasang kertas dan pena di meja belajarku Juga seputar lagu yang menemani kala suntukku                Sejak awal posisimu tidak lebih dari itu                Sejak awal kau memang berada di luar batas itu                Maka, berhentilah merayuku                Sebab tak sekalipun aku melihat keberadaanmu Sudah terlalu nyaman bagiku berada dalam pelukan malam  Menghabiskan waktu bersama kesunyian, menciptakan kedamaian  Mendiskusikan banyak perihal masa depan  Dan merangkai alur cerita kehidupan                

Sajak Jawaban tuk Puan

Dari Aku, yang tak pandai merangkai kata  Oh, Puan, tak perlu sungkan dengan kedatanganku  Tempatmu ini memang sesak, tetapi aku akan terbiasa  Tempat ini juga suram, tetapi aku akan memperbaikinya                Tak ada niatan bagiku untuk pergi setelah masuk ke sini                Tutup saja pintunya lagi, karena aku akan tetap di sini                Bukan hanya untuk bersih-bersih seperti yang kau kirakan                Tetapi untuk tinggal dan merawat tempat kosong ini  Simpan saja susu yang kau katakan itu  Aku akan membuatkanmu secangkir kopi  Aku juga menambahkan gula kedalamnya, aku harap itu manis Namun jika tidak cukup, akan aku bawakan kau kue kering                Oh, Puan, sembari aku bersih-bersih      ...

Sajak kepada Tuan

Perihal pengisi ruang hati Tuan, nyamankah kau disana?  Di tempat usang, berdebu, dan kecil itu  Di tempat yang sudah lama kosong, bahkan ditinggalkan pemiliknya                Tuan, masih ada waktu                Masih kubuka lebar pintu tempatmu masuk itu                Silakan berbalik dan pergi sebelum kau menyesal                Tempat ini suram, Tuan, kukatakan sekali lagi  Tuan, tak perlu kau tinggal Jika hanya sekadar bersih-bersih lalu pergi  Sebab itu seperti halnya engkau menuangkan darah ke dalam segelas susu Sungguh memuakkaan!