Jika kau bertanya seberapa penting dirimu? Maka tidak lebih penting dari secangkir kopi hitamku Sepasang kertas dan pena di meja belajarku Juga seputar lagu yang menemani kala suntukku Sejak awal posisimu tidak lebih dari itu Sejak awal kau memang berada di luar batas itu Maka, berhentilah merayuku Sebab tak sekalipun aku melihat keberadaanmu Sudah terlalu nyaman bagiku berada dalam pelukan malam Menghabiskan waktu bersama kesunyian, menciptakan kedamaian Mendiskusikan banyak perihal masa depan Dan merangkai alur cerita kehidupan
Dari Aku, yang tak pandai merangkai kata Oh, Puan, tak perlu sungkan dengan kedatanganku Tempatmu ini memang sesak, tetapi aku akan terbiasa Tempat ini juga suram, tetapi aku akan memperbaikinya Tak ada niatan bagiku untuk pergi setelah masuk ke sini Tutup saja pintunya lagi, karena aku akan tetap di sini Bukan hanya untuk bersih-bersih seperti yang kau kirakan Tetapi untuk tinggal dan merawat tempat kosong ini Simpan saja susu yang kau katakan itu Aku akan membuatkanmu secangkir kopi Aku juga menambahkan gula kedalamnya, aku harap itu manis Namun jika tidak cukup, akan aku bawakan kau kue kering Oh, Puan, sembari aku bersih-bersih ...